A.
Pengertian pendidikan seks
Pendidikan
seks (sex education) adalah suatu informasi mengenai persoalan seksualitas
manusia yang jelas dan benar. Informasi itu meliputi proses terjadinya
pembuahan, kehamilan sampai kelahiran, tingkah laku seksual, hubungan seksual,
dan aspek-aspek kesehatan, kejiwaan dan kemasyarakatan. Ternyata pendidikan
seks ini diberikan bukan hanya pada anak remaja. “ Anak hendaknya memperoleh pendidikan seks sejak usia dini.
Hal ini penting untuk mencegah berkembangnya pikiran-pikiran negatif pada anak,
terutama bila anak sudah mulai mengenal informasi dari media seperti Televisi ,
Internet, buku dan sebagainya. hal ini telah disampainkan oleh dr. Eka Viora,
Sp.K.J. dalam Talkshow “Bagaimana Bicara Seks pada Anak?”, yang
diselenggarakan di Ballroom Asri Medical Centre (AMC) Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta (UMY) pada Sabtu, (29/09).
B.
Pentingnya pendidikan seks bagi anak usia dini & remaja
Seperti
yang telah dipaparkan oleh dr. Eka Viora diatas, bahwa pendidikan seks itu
sangat penting untuk anak usia dini, hal ini dikarenakan akan mempengaruhi kehidupan anak ketika
remaja. Anak usia dini memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, tinggal bagaimana
cara orang tua menjawab pertanyaan yang diajukan oleh mereka. “Salah satu hal
penting adalah menjawab pertanyaan sang anak dengan jujur dan dengan bahasa
yang lebih halus, sehingga anak bisa memahami dengan baik. Namun juga tidak
berarti harus dijelaskan secara detail, karena hal itu justru akan membuat anak
merasa bingung”, tambahnya.
Pertanyaan
yang sering dilontarkan anak pada orang tuanya, seperti “mama, kita lahir dari
mana?”, “Ayah, mimpi basah itu apa?” atau jika anak bertanya tentang nama-nama
organ tubuh, orang tua hanya akan menjawab dengan jawaban yang tidak sesuai
kenyataan. “Seharusnya orang tua tidak perlu malu untuk menjawab pertanyaan
anaknya, berikan jawaban yang tepat kepada anak, bukan menjawabnya dengan
istilah atau kata-kata lain. Misalkan seperti vagina atau penis, jangan
diistilahkan dengan kata lain seperti “apem” atau “burung”, paparnya.
Sementara
dr. Warih A Puspitosari, M.Sc, Sp.K.J. yang juga merupakan salah satu dosen FK
UMY menjelaskan bahwa pendidikan seks usia dini bukan berarti mengajarkan
bagaimana cara melakukan seks. ” Namun
pendidikan seks pada usia dini menjelaskan tentang organ-organ yang dimiliki
manusia dan apa fungsinya,” jelasnya.
Clara
Kriswanto, psikolog Jagadnita Consulting, dalam bukunya Seks, Es Krim dan Kopi
Susu, mengingatkan, pendidikan seks untuk anak harus dimulai sejak dini, bahkan
sejak usia 0 - 5 tahun (masa balita). Dan proses ini akan berlangsung hingga
anak mencapai tahap remaja akhir. Pendidikan seks yang ditanamkan sejak dini
akan mempermudah anak dalam mengembangkan harga diri, kepercayaan diri,
kepribadian yang sehat, dan penerimaan diri yang positif. Di sini peran orang
tua benar-benar penting. Merekalah yang paling mengenal kebutuhan anak, paling
tahu perubahan dan perkembangan diri anak, serta bisa memberi pendidikan seks
secara alamiah sesuai tahap-tahap perkembangan yang terjadi.
Ada
beberapa trik untuk mengajarkan pada anak usia dini siantaranya adalah
1.
Ajak anak mengenali bagian tubuhnya, dan jelaskan fungsi setiap bagian dengan
bahasa sederhana. Katakan bahwa tubuhnya adalah karunia yang sangat berharga
dan harus dijaga dengan baik.
2.
Bangun kebiasaan positif. Misalnya, tidak berganti baju di tempat terbuka,
tidak pipis di sembarang tempat, dll.
3.
Tanamkan pentingnya menjaga organ tubuh tertentu, seperti alat vital, dari
sentuhan orang lain. Tentu saja, disertai penjelasan sederhana yang bisa ia terima dan mengerti dengan baik.
4.
Biasakan anak berpakaian sesuai identitas kelaminnya sejak dini. Banyak
kelalaian orang tua untuk hal ini. Mereka membuat anak perempuan menjadi tomboy
dan anak laki-laki menjadi feminin. Dalam kondisi ekstrem, anak bahkan bisa
mengalami kebingungan identitas seksual.
Hal-hal
seperti itulah yang menurut Clara bisa dikembangkan menuju perilaku yang
menjunjung sopan santun, serta peduli terhadap moral dan etika. Yang pasti pula
adalah akan sangat berguna dalam pengembangan konsep dan citra diri positif
anak dalam kehidupan sosialnya kelak.
Adapun
pentingnya pendidikan seks bagi remaja adalah sebagai:
1.
Untuk mengetahui informasi seksual bagi remaja
2.
Memiliki kesadaran akan pentingnya memahami masalah seksualitas
3.
Memiliki kesadaran akan fungsi-fungsi seksualnya
4.
Memahami masalah-masalah seksualitas remaja
5.
Memahami faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya masalah-masalah seksualitas
Selain
itu, ada dua faktor mengapa pendidikan seks (sex education) sangat penting bagi
remaja. Faktor pertama adalah di mana anak-anak tumbuh menjadi remaja, mereka
belum paham dengan sex education, sebab orang tua masih menganggap bahwa
membicarakan mengenai seks adalah hal yang tabu. Sehingga dari ketidak fahaman
tersebut para remaja merasa tidak bertanggung jawab dengan seks atau kesehatan
anatomi reproduksinya.
Faktor
kedua, dari ketidakfahaman remaja tentang seks dan kesehatan anatomi reproduksi
mereka, di lingkungan sosial masyarakat, hal ini ditawarkan hanya sebatas
komoditi, seperti media-media yang menyajikan hal-hal yang bersifat pornografi,
antara lain, VCD, majalah, internet, bahkan tayangan televisi pun saat ini
sudah mengarah kepada hal yang seperti itu. Dampak dari ketidakfahaman remaja
tentang sex education ini, banyak hal-hal negatif terjadi, seperti tingginya
hubungan seks di luar nikah, kehamilan yang tidak diinginkan, penularan virus
HIV dan sebagainya.
Ada
beberapa pendapat yang bilang, ”sex education” memang pantas dimasukkan dalam
kurikulum di sekolah menengah, apalagi siswa pada ini adalah masa pubertas.
Pendidikan Seks ”Sex education” sangat perlu sekali untuk mengantisipasi,
mengetahui atau mencegah kegiatan seks bebas dan mampu menghindari
dampak-dampak negatif lainnya.
Mungkin
kita baru menyadari betapa pentingnya pendidikan seks karena banyak kasus
pergaulan bebas muncul di kalangan remaja dewasa ini. Kalau kita berbicara
tentang pergaulan bebas, hal ini sebenarnya sudah muncul dari dulu, hanya saja
sekarang ini terlihat semakin parah. Pergaulan bebas remaja ini bisa juga
karena dipicu dengan semakin canggihnya kemajuan teknologi, juga sekaligus dari
faktor perekonomian global. Namun hanya menyalahkan itu semua juga bukanlah hal
yang tepat. Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu memberikan pendidikan
seks (sex education) kepada generasi muda.
Daftar pustaka
http://www.umy.ac.id/pentingnya-pendidikan-seks-untuk-anak-usia-dini.html
http://belajarpsikologi.com/pentingnya-pendidikan-seks-sex-education/
http://www.parenting.co.id/article/mode/cara.mengenalkan.seks.pada.balita/001/003/491


Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon