Penguatan pendidikan moral (moral
education) atau pendidikan karakter dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis
moral yang sedang melanda di negara kita. Krisis tersebut antara lain berupa meningkatnya
pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja kejahatan
terhadap teman, pencurian remaja, kebiasaan menyontek, menyalahgunakan
obat-obatan, pornografi, dan perusakan milik orang lain sudah menjadi masalah
sosial yang hingga saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, oleh karena itu
betapa pendidikan karakter.
Menurut
Lickona, karakter berkaitan dengan konsep moral (moral knonwing), sikap
moral (moral felling), dan perilaku moral (moral behavior).
Berdasarkan ketiga komponen ini dapat dinyatakan bahwa karakter yang baik didukung
oleh pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, dan melakukan
perbuatan kebaikan.
Pendidikan
karakter dapat didefinisikan sebagai segala usaha yang dapat dilakukan untuk
mempengaruhi karakter siswa. Tetapi untuk mengetahui pengertian yang tepat,
dapat dikemukakan di sini definisi pendidikan karakter yang disampaikan oleh
Thomas Lickona. Lickona menyatakan bahwa pengertian pendidikan karakter adalah
suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami,
memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.
Ada 18 butir nilai-nilai pendidikan karakter ,
yaitu: Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif,
Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta tanah air,
Menghargai prestasi, Bersahabat/komunikatif,Cinta Damai, Gemar membaca, Peduli
lingkungan, Peduli social, Tanggung jawab.
Ada bebarapa
tips
agar anak menjadi rajin dan mudah sekali belajar dan sekolah.
1. Saat
pulang sekolah tanyakan “hai sayang, apa yang menyenangkan hari ini
disekolah?” Otomatis otak anak akan mencari
hal-hal yang menyenangkan disekolah dan ini secara tidak langsung akan
memberitahu sang anak bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan.
2. Saat
anak tidur (Hypnosleep), katakan “makin hari, belajar makin menyenangkan”,
“sama halnya dengan bermain, belajar juga sangat menyenangkan”, “mudah sekali
bagimu untuk belajar (berhitung, menghafal dll)”.
3. Jelaskan
manfaat dari pelajaran yang sedang dipelajari (sesuai dengan minat anak
tersebut) misal: dengan mempelajari perkalian, maka saat liburan naik kelas
nanti nanti kamu bisa menghitung berapa harga barang yang akan kamu beli di
Singapore dan kamu bisa membandingkannya dengan harga di Indonesia. Jika kamu
menguasai conversation dalam bahasa inggris maka kamu akan sangat mudah
berkomunikasi dengan pelatih sepak bolamu yang dari Thailand.
4. Mintalah
guru les pelajarannya (jika ada), sering-sering mengatakan bahwa anak kita
adalah anak yang hebat dan luar biasa. Pujian yang tulus dan memompa
semangatnya jauh lebih penting dari pada mengajarkan tehnik-tehnik berhitung
dan menghafal yang cepat. Mintalah bantuan orang-orang sekitar termasuk
guru untuk meningkatkan harga diri anak kita.
5. Jika
anak kita masih kecil dan masih suka dibacakan dongeng, bacakan dongeng dengan
posisi memangku dia (dengan posisi yang nyaman, serta memudahkan kita orangtua
untuk memberikan ciuman kasih sayang atau pelukan sayang) tujuannya agar anak
mengkaitkan membaca buku dengan rasa cinta dari orangtua dan buku adalah hal
yang sangat menyenangkan.
6. Gunakan
surat rahasia dari orangtua kepada anak, kita bisa berkata “nak, Ibu telah
meletakan surat rahasia buat kamu. Cuma kamu dan ibu yang tahu isinya. Ibu
letakan dibawah bantal tidurmu, bacalah setelah makan ya”. Isinya bisa berupa kata-kata yang menyemangati anak
dalam kegiatan belajar dan sekolahnya.
Daftar pustaka
http://belajarpsikologi.com/pengertian-pendidikan-karakter
http://www.pendidikankarakter.com/cara-jitu-menumbuhkan-semangat-belajar-pada-anak/


Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon