Menjadi Penulis Top



Menjadi penulis sebenarnya dapat di lakukan dengan baik jika didalam diri memiliki kemauan serius yang sangat dalam. Semua kita memiliki kesempatan yang sama dengan para penulis terkenal seperti Habiburrahman El Shirazy, Budi Darma, Pramoedya Ananta Toer, Ayu Utami dan para penulis terkenal lainnya.
Untuk menjadi penulis, maka semuanya kita harus awali dengan yang namanya niat, karena tanpa niat yang kuat maka semuanya akan sia-sia. Setiap manusia pasti memiliki bakat masing-masing, namun ada individu yang tidak mau mengembangkan bakatnya. Menulis bukanlah suatu yang dinamakan bakat.
Marcus Buckinghman dan Donald O.Cliftons melakukan riset selama 25 tahun. Riset itu dilakukan terhadap dua juta pemilik karier dari 101 prusahaan di 63 negara. Hasilnya meskipun terdapat aspek bakat yang dibawa sejak lahir, ternyta kita punya kekuatan lain. Kekuatan tersebut dapat digunakan untuk membentuk bakat apa pun yang kita inginkan.
Ketika kita ingin melakukan sesuatu, maka lakukanlah sesegera mungkin, jangan hanya menunggu, karena kesempatan tidak bisa kita dapatkan untuk kedua kali.  Usahakan mulai dari sekarang kita harus bergerak, jangan hanya bepangku tangan, berimajinasi, menghayal ingin menjadi ini, dan itu namun tidak dikerjakan. Thomas Elva Edison mengatakan bahwa “sukses berasal dari 99% nya buah dari usaha sedangkan 1% dari bakat”.
 Ada pepatah mengatakan bahwa “waktu bagaikan pedang”, makna dari kata ini adalah ketika kita lengah atau lalai terhadap waktu, maka waktu tersebutlah yang akan mengahabisi kita. Setiap individu diberi oleh sang pencipta waktu, namun tergantung dari individu tersbut bagaimana cara dia mengalokasi waktu yang telah diberikan. Bernard Meltzer mengatakan bahwa “pekerjaan yang sulit sering merupakan pekerjaan mudah yang tidak anda kerjakan pada waktu yang seharusnya”.
Untuk menjadi penulis, kita harus memiliki mental baja, karena setiap manusia pasti pernah jatuh, namun hanya orag-orang tertentu yang mau bangkit kembali. Banyak penulis-penulis, artis, dan jutawan yang pernah jatuh, tapi mereka tetap bangkit, sehingga mereka tetap populer hingga saat ini. Shakespeare berkata:” suatu usaha yang engkau lakukan jangan dihentikan sebelum hasilnya engaku rasakan”.
Segala sesuatu yang kita lakukan dengan landasan hati yang tenang, pikiran yang rileks dengan rasa bahagia dan gembira, maka semuanya akan menhasilkan hal-hal yang memuaskan. Maka dari itu, ketika menulis hendaknya dengan hati yang gembira dan senang. mbahagiakan. Pikiran yang rileks, kesenangan hati, dan kemauan yang timbul dari dalam hati. Ketiga hal tersebut sangat berpengaruh terhadap tulisan  yang dihasilkan.
Ilmu pengetahuan selalu akan dimulai dari membaca, tidak ada hasil atau pengetahuan yang didapat tanpa banyak membaca, menjadi seorang penulis, harus selalu dan menyukai hal yang namanya membaca, karena membaca dan menulis merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Jika ingin menjadi pribadi yang maju, salah satu hal yang penting yang harus kita lakukan adalah membaca.  Bangunlah paradigma bahwa membaca merupakan aktivitas yang ringan. Seorang penulis yang baik adalah seorang pembaca yang baik. Jika tidak, seorang penulis akan mengalami kebuntuan atau stagnasi saat menggoreskan pena diatas kertas.
Kita ketahui bahwa tulisan terbagi menjadi dua yaitu, fiksi dan non fiksi, dari kedua jenis tulisan ini masing-masing memiliki unsur-unsur yang harus kita perhatikan. Misalnya plot dan lain sebagainya.
Sering kita lihat, dengar bahkan membaca buku hasil karya dari para penulis yang hebat, terkenal serta karya-karyanya banyak diminati oleh orang banyak.  Perlu kita ketahui, bahwa mereka bukan tidak pernah jatuh, tapi mereka pernah jatuh dan gagal. Namun bagi mereka kegagalan yang beruntun merupakan pondasi yang memperkuat cita-cita, dengan demikian, mental mereka semakin bertempa. Tidak ada tulisan yang tak berguna atau jelek, semuanya memiliki arti kehidupan. Itulah kata kunci yang mereka cengkram erat.
Buku ini sangat bagus untuk orang-orang yang ingin menjadi penulis hebat, top dan terkenal. Walaupun buku ini hanya kecil, namun isinya sangat mengena. Menurut saya, ketika seseorang memang pengen menjadi penulis, maka buku ini awal bagi dirinya untuk menjadi penulis yang hebat. Menjadi penulis tidak harus membaca buku-buku yang tebal, akan tetapi semuanya perlu dengan tindakan.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment