Sutradara : Jose Purnomo
Bintang :
1. Fedi Nuril
(Karang)
2. Shandy Aulia
(Kinasih)
3. Alya Rohali
(Bunda HK)
4. Donny Damara
(Tuan HK)
5. Chantika
Zahra (Melati)
Alur :
Maju mundur
Untuk mengawali review film
ini, yang pertama yaitu terkait dengan seorang
pemuda yang bernama Karang, ia merupakan relawan yang sangat mencintai
anak-anak sehingga ia mampu mendirikan taman bacaan buat anak-anak tersebut.
Namun, Allah berkehendak lain, ketika ia mengajak 18 anak asuhnya untuk
berwisata air dengan menggunakan kapal laut, sebuah bencana terjadi pada mereka
yaitu kapal yang ditumpangi terbalik
oleh badai, dan Karang gagal menyelamatkan anak asuhnya.
Dari 18 anak yang diasuh oleh
karang, Kintan merupakan salah satu yang dekat dengannya. Tragedi ini menjadi
mimpi buruk bagi Karang, sehingga dia mengasingkan diri di sebuah pulau yang
jauh dari ibukota. Karang terhanyut dalam depresi, ia takut mimpi buruk itu berulang
kembali, sehingga kerjaan sehari-harinya
hanyalah minum alkohol dan bermain pasir di tepi pantai. Wajah, baju, serta
rambutnya seperti anak jalanan yang tak memiliki masa depan, semuanya tidak
diatur. Dengan adanya tragedi tersebut hubungan
yang telah lama dijalin dengan seorang kekasihnya ikut menjadi putus. Ia tidak
percaya pada semuanya.
Tidak jauh dari tempat Karang
mengasingkan diri, terdapat rumah mewah yang sangat besar dan di tempati oleh
satu keluarga yaitu Tuan HK dan Bunda HK, mereka mempunyai anak yang sangat
cantik, anak tersebut bernama Melati. Suatu ketika mereka pergi kepantai ingin
bersenang-senang, namun yang didapat bukanlah kesenangan melainkan penderitaan.
Seorang anak perempuan satu-satunya jatuh dan tertimpa oleh benda sehingga
menyebabkan Melati harus menderita seumur hidup. Ia tak bisa mendengar, melihat
bahkan berbicara atau buta, tuli dan bisu.
Melati masih berusia enam tahun,
karena keterbatasan yang ia miliki sehingga ketika ia makan selalu berantakan,
suka menarik rambut pembantunya, bahkan menggigit jari dokter yang merawatnya
hingga nyaris putus. Kinarsih kemudian mengusulkan nama Karang pada Bunda HK.
Mulanya Karang tidak bersedia, namun kemudian dia mau juga melihat Melati
akibat bujuk rayu dan nasehat dari ibu asuhnya.
Cara yang digunakan Karang untuk
mendidik Melati sangatlah kasar, hingga membuat orang-orang yang berada di rumah tuan HK menjadi takut. Walaupun
Karang tinggal dirumah tuan HK, ia tidak lupa dengan minuman kerasnya. Ia
selalu meminum alkohol, sehingga suatu ketika ia diusir dari rumah, hal ini
dikarenakan Tuan HK mendapatkan laporan bahwa Karang seorang pemabuk.
Karena pesawat yang akan ditumpangi
oleh tuan HK sebentar lagi lepas landas, akhirnya tuan HK berpesan pada ibu HK
agar Karang diusir dan tidak boleh menginjakkan kaki di rumah tersebut. Setelah
tuan HK pergi, maka ibu HK menjalankan amanah yang telah diberikan suaminya.
Melihat hal itu, Karang langsung berusaha membujuk bunda HK serta ia berjanji
tidak akan kasar, minum, dan lain sebagainya. Ia langsung menuju kamar untuk
membuang semua minuman-minuman yang ia miliki. Tapi, bunda HK tetap bersikeras
pada perkataannya yang pertama. Dengan lemah Karang menuju kamar dan
membereskan semua pakaiannya.
Ketika Karang ingin meninggalkan
rumah tersebut, ibu HK melihat Melati sedang berusaha makan dengan menggunakan
sendok, melihat hal itu, ibu HK langsung memanggil pembantunya untuk
menyaksikan hal itu juga, sehingga Karang diberikan kesempatan 21 hari lagi
hingga tuan HK datang dari perjalanan tugas kantornya.
Segala upaya yang dilakukan oleh Karang
akhirnya dapat meluluhkan Melati. Mula-mula melati diajarkan bagaimana makan
dengan sendok. Seiring berjalannya waktu kurang lebih 1 bulan Karang
mengajar/mendidik Melati, akhirnya Karang dipercaya bunda HK untuk melatih
Melati mengenal sang pencipta, dan mengenal dunia. Untuk mengenal dunia, maka
Karang memulainya dari mengajarkan pada Melati untuk mengenal benda-benda yang
ada disekitar.
Yang tadinya tuan HK sangat membenci
Karang, namun ketika ia melihat Melati mulai bisa menyebutkan Daun, memanggil
nama Bunda, ayah, pak guru membuat hati tuan HK menjadi luluh. Karang pun juga
mulai berubah karena berhasil membuat Melati lebih baik. Dia menjadi lebih
lembut dan kembali seperti dahulu. Hubungannya dengan Kinarsih mulai membaik.
Setelah melihat perubahan pada diri
Melati, keluarga besar tuan HK melakukan perjalanan wisata, mereka menggunakan
bus, namun dalam perjalanan wisata, bus yang mereka tumpangi mengalami
kecelakaan. Bus tersebut jatuh dari jembatan masuk ke dalam sungai. Seluruh
penumpang berhasil naik ke darat, kecuali Melati. Karang tidak ingin mimpi
buruk itu terjadi lagi, sehingga ia langsung menyelam kedalam air untuk
menyelamatkan Melati.
Menurut
saya, film ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yakni tentang Karang,
seorang pendidik harusnya tau dia harus bersikap seperti apa, bagaimana dalam
menyikapi segala hal, tapi didalam film ini seorang Karang yang berusaha ingin
mendidik Melati tapi dia peminum, dan bergaya seorang preman. Karang juga mengatakan bahwa “mengenal
penciptanya yang tega sekali yang menciptakan melati dengan segala keterbatasan”.
Ini merupakan kalimat yang tak harus diucapakan oleh seorang hamba pada
tuhannya. Selain
hal negatif, ada juga hal positif yang harus diperhatikan, yaitu film ini sangat
bagus untuk ditonton, agar orang-orang bisa bersyukur atas apa yang telah Allah
berikan pada mereka


Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon